7 Jenis Database

Dalam pengembangan aplikasi, database adalah tools terpenting. Oleh sebab itu perlu di pahami jenis-jenis database yang beredar saat ini.

1. Key-Value Database

Key-value database

Pada Key-Value Database, satu key merepresentasikan satu value. Biasanya di simpan dalam memory, sehingga lebih cepat dibanding tipe database lainnya. Pada tipe ini tidak dapat dilakukan query seperti database lainnya.

Penggunaan untuk:

  • Caching
  • Message Queueing

Contoh:

  • Redis
  • Memcached

2. Wide Column Database

Wide column database

Wide Column Database seperti versi upgrade dari Key-Value Database, dimana kumpulan value dapat di bagi menjadi beberapa column yang dapat di group dengan data yang lain. Berbeda dengan Relational Database, pada Wide Column Database tidak ada schema, sehingga dapat digunakan untuk data unstructured.

Penggunaan untuk:

  • Data serial
  • Data historical (time-based)
  • Data yang sering di insert tapi jarang di read

Contoh:

  • Apache Cassandra
  • Apache HBase

3. Document Database

Document database

Secara umum dikenal dengan NoSQL (Not Only SQL). Document Database tidak menggunakan schema, namun menggunakan collections. Field dalam collection dapat dapat di index dan dapat di buat hierarchial. Jika belum yakin akan struktur data yang akan dibuat, lebih baik menggunakan tipe ini, karena field dan data yang di input akan lebih fleksibel.

Penggunaan untuk:

  • Aplikasi pada umumnya
  • IOT

Contoh:

  • MongoDB
  • Firebase
  • Amazon DynamoDB

4. Relational Database

Relational database

Secara umum dikenal dengan RDBMS (Relational Database Management System). Pada tipe ini menggunakan schema dan query pada umumnya, sehingga memungkinkan untuk menggabungkan data antar tabel. Format yang digunakan adalah .sql. Prinsip Relational Database adalah ACID (Atomicity, Consistency, Isolation, dan Durability). Sebagian besar database di dunia menggunakan tipe ini.

Penggunaan untuk:

  • Aplikasi pada umumnya

Contoh:

  • MySQL
  • PostgreSQL
  • Oracle

5. Graph Database

Graph database

Pada Graph Database, relasi antar data (kadang disebut nodes), adalah kunci. Dimana tiap nodes dapat saling terhubung tanpa memerlukan penghubung seperti di Relational Database.

Penggunaan untuk:

  • Grafik

Contoh:

  • Neo4j

6. Search Engine Database

Search database

Secara umum mirip dengan Document Database, hanya pada Search Engine akan melakukan analisa text dan membuat index yang dapat dilakukan pencarian. Saat dilakukan pencarian akan mengarah ke index, bukan ke full text. Sehingga performanya akan lebih cepat.

Penggunaan untuk:

  • Mesin pencari

Contoh:

  • Elasticsearch
  • Apache Solr
  • Meilisearch

7. Multi-model Database

Multi-Model Database adalah jalan tengah yang mengakomodir kebutuhan atas Database lainnya. Pada tipe ini, dimungkinkan untuk membuat graphql, collection, dan indexing. Selain itu pada tipe ini juga menggunakan prinsip ACID seperti Relational Database.

Penggunaan untuk:

  • Semua aplikasi?

Contoh:

  • Fauna
7 Jenis Database

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top